Bupati tutup sementara jalan alternatif masuk Trenggalek
Bupati tutup sementara jalan alternatif masuk Trenggalek

Pemerintah Kabupaten dan Polres Trenggalek ambil langkah tegas blokir jalan alternatif masuk Kabupaten Trenggalek. Ada yang menggunakan waterbarier, kawat, hingga batu beton. Hal ini merupakan upaya kongkrit Pemkab untuk mencegah penyebaran Virus Corona masuk Trenggalek.

Bupati Trenggalek menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan kepala desa di setiap perbatasan Trenggalek, jalur harus ditutup. Untuk mengantisipasi masuknya orang luar kota ke Trenggalek. Artinya akses keluar masuk warga harus dibatasi.

"Untuk warga sekitar bisa langsung masuk, sementara untuk orang dari luar kota yang hendak masuk Trenggalek diimbau agar melewati checkpoint terlebih dahulu," ungkap Arifin Selasa (31/03/20).

Bupati juga menerangkan bila setiap kendaraan yang lewat checkpoint bakal ditempeli sticker sebagai penanda. Bila kendaraannya sudah ada stickernya, diperbolehkan masuk dan bisa melanjutkan perjalanan.

"Semua kendaraan sebenarnya mulai kemarin sudah harus masuk ke checkpoint namun karena belum ada waterbarier, akhirnya kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi masih bisa lolos," terang Arifin.

Kendati demikian jumlah yang lolos tidak begitu banyak. Pihaknya mengimbau petugas untuk lebih disiplin dengan mengarahkan seluruh pengendara masuk Pos, sehingga data akan lebih akurat.

Sementara menyikapi awal musim mudik lebaran pihaknya tidak akan melarang rakyatnya mudik, namun hanya akan memperketat pengawasan dan penjagaan saja.

"Karena memang belum ada larangan mudik, kemudian kita tidak bisa menolak warga yang datang dan mengusirnya. Malah akan melanggar hak asasi manusia, sehingga yang bisa kita lakukan hanya men-tracing," tambah bupati termuda tersebut.

Peningkatan wilayah pembatasan ini dalam rangka untuk mengidentifikasi total seluruh pengguna jalan yang keluar masuk Kabupaten. Sementara kepala desa yang ada di sekitar harus berperan aktif, apalagi yang berada di perbatasan dengan zona merah.

"Dengan demikian kita menjadi tahu dari mana asalnya dan mau kemana. Hal inilah yang menjadikan alasan kenapa kita melakukan pembatasan wilayah ini," pungkas pria yang akrab disapa Gus Ipin ini.