Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Selama masa darurat Covid-19, Wali Kota Malang Sutiaji minta masyarakat ikhlas dan bersabar untuk tak mudik. Dia pun meminta agar masyarakat membuat pertimbangan saat akan ke luar atau masuk ke Kota Malang selama masa darurat Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji melalui Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto menyampaikan, sebentar lagi akan memasuki tradisi mudik. Sehingga diimbau dan disarankan agar masyarakat tak pulang kampung untuk sementara waktu ini. Dia pun mengharapkan keikhlasan masyarakat untuk tak melaksanakan tradisi tahunan tersebut.

"Pak Wali juga menyampaikan pesan, dengan memperhatikan situasi dan sebentar lagi akan memasuki tradisi mudik, maka dihimbau, disaran-pertimbangkan dan mengharapkan keikhlasan warga untuk sementara waktu tidak pulang kampung. Baik yang keluar Malang atau pun yang akan kembali ke kota Malang," kata Wiwid.

Kondisi itu tentu menjadi pertimbangan tersendiri. Pasalnya, jumlah pasien yang dikonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia maupun di setiap daerah terus bertambah. Di Kota Malang sendiri, saat ini ada empat kasus positif Covid-19. Tiga di antaranya telah dinyatakan sembuh total dan telah dipulangkan.

Sementara satu pasien lagi masih menjalani perawatan di RS Panti Waluyo RKZ Kota Malang. Atas kondisi itu, Sutiaji pun meminta agar masyarakat memperhatikan setiap protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, seperti dengan melakukan social distancing, physical distancing, dan senantiasa menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dan menjaga kebersihan diri.

"Covid-19 masih menjadi musuh kita bersama," imbuhnya.

Sebagai informasi, hingga 29 Maret 2020 tercatat ada 165 Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Malang. Dengan rincian 99 orang saat ini masih dalam pemantauan dan 66 sisanya telah usai melewati masa pantau. Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat ada 16 orang.

Dengan rincian dua pasien meninggal dunia dan sebelumnya telah menjalani pemeriksaan di RSSA dan RS Lavalette. Kemudian lima PDP dinyatakan sehat total setelah sebelumnya jalani perawatan di RS Panti Waluyo RKZ Kota Malang ada dua orang, dan toga pasien sisanya jalani perawatan di RS Lavalette.

Sementara untuk yang masih dirawat hingga Minggu (29/3/2020) kemarin total ada sembilan orang. Rinciannya dua pasien dirawat di Lavalette, dua pasien baru masuk dan dirawat di RST Soepraoen, satu dirawat di RSUD Kota Malang, satu pasien dirawat di RS Prima Husada, dua pasien baru masuk di RSSA Malang, dan satu pasien dirawat di RS Panti Waluyo RKZ.

Sebagai informasi, PDP merupakan pasien dalam pengawasan penuh tim medis. Dalam tahapannya, PDP dapat dinyatakan sebagai PDP positif atau PDP negatif Covid-19. Hal itu bergantung pada hasil swab yang dilakukan pasien. Artinya, belum tentu semua PDP positif Covid-19. Dalam beberapa kasus, PDP dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19.