Santri Al-Aqobah salat gaib untuk ibunda Jokowi. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Santri Al-Aqobah salat gaib untuk ibunda Jokowi. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Sejumlah santri pondok pesantren di Jombang menggelar salat gaib atas meninggalnya ibunda Presiden RI Joko Widodo. Selain mendoakan arwah almarhumah Sudjiatmi Notomiharjo, para santri juga berdoa agar wabah virus Corona atau Covid-19 segera usai.

Salat gaib untuk ibunda Jokowi ini dilaksanakan oleh ratusan santri Pondok Pesantren Al-Aqobah, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang, Kamis (26/3) pagi. Salat gaib yang dilakukan ini sedikit berbeda, yakni masing-masing santri membuat jarak saf jemaah salat dengan jarak satu meter.

Tidak hanya itu, setelah melaksanakan salat para santri juga membersihkan tangan dengan cair antiseptik hand sanitizer. Tindakan tersebut sebagai upaya pondok untuk tetap menaati protokol kesehatan di tengah ramainya pencegahan Covid-19.

"Kita melaksanakan perintah agama tetapi tetap dengan mematuhi protap atau protokol kesehatan. Karena yang salat ini para santri yang sudah kita lokalisir, yang kita lockdown di dalam pondok," terang Pengasuh Ponpes Al-Aqobah KH Junaidi Hidayat.

Dikatakan Junaidi, salat gaib ini ditujukan kepada almarhumah ibunda Jokowi yang meninggal pada Kamis (25/3) sore kemarin. Ia meminta agar para santri mendoakan arwah Sudjiatmi Notomiharjo dengan membaca doa tahlil bersama setelah salat gaib.

"Kita ikut berduka atas wafatnya ibunda pak Jokowi, presiden kita. Kita doakan, semua santri Al-Aqobah di Jombang ini mendoakan dengan salat gaib dan tahlil bersama. Semoga Allah mendoakan tempat yang terbaik, semua amalnya diterima dan kesalahan-kesalahannya diampuni," tandasnya.

Sementara, para santri juga turut mendoakan Presiden Jokowi agar kuat menghadapi virus corona yang kini melanda bangsa Indonesia. Santri berharap Covid-19 ini segera selesai.

"Untuk musibah di Indonesia ini, pesan saya untuk Pak Jokowi agar tetap tegar, terus bersemangat membimbing rakyatnya supaya tidak terlalu heboh dengan ujian ini," kata santri Ponpes Al-Aqobah, Abdul Fawait (16).(*)