Keempat pelaku perjudian dengan kartu remi diamankan petugas Polsek Tirtoyudo bersama barang bukti hasil perjudian.
Keempat pelaku perjudian dengan kartu remi diamankan petugas Polsek Tirtoyudo bersama barang bukti hasil perjudian.

Nampaknya perjudian di kalangan masyarakat masih belum dapat dihindarkan. Dengan alasan agar dapat memperoleh keuntungan dengan cepat, mereka rela merogoh uang untuk melakukan perjudian yang pada akhirnya dapat berakhir di 'hotel prodeo' atau penjara.

Hal ini juga dialami oleh tiga warga Desa Simojayan dan satu warga Desa Tamansari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Unit Reskrim Polsek Tirtoyudo berhasil mengamankan empat orang pelaku perjudian remi pada hari Senin (24/2/2020) malam. 

Kapolsek Tirtoyudo AKP Lukman Hudin menuturkan bahwa telah mengamankan empat orang tindak pidana perjudian dengan jenis remi. 

"Senin (24/2/2020) sekitar pukul 19.00 WIB Petugas Unit Reskrim Polsek Tirtoyudo telah berhasil melakukan penangkapan pelaku tindak pidana perjudian jenis remi," tuturnya.

Ini bermula saat petugas Polsek Tirtoyudo sedang melakukan patroli dan mendapatkan informasi dari warga sedang ada warga yang melakukan perjudian jenis remi. 

"Petugas Polsek Tirtoyudo mendapatkan informasi dari warga, setelah dilakukan penyelidikan benar bahwa di rumah Nur Cholis Desa Sukorejo Rt. 04/Rw.04 Kecamatan Tirtoyudo ada perjudian jenis kartu remi," terang petugas.

Mengetahui hal tersebut, petugas Polsek Tirtoyudo melakukan penangkapan terhadap empat pelaku dan dibawa ke Polsek Tirtoyudo untuk proses hukum lebih lanjut. Motif dari keempat pelaku tersebut agar mendapatkan keuntungan.

"Keempat pelaku tersebut Sujayadi (40), Amat (67), Jumadi (50), Wawan Kustiawan (40), serta barang bukti uang tunai Rp 961 ribu, satu set kartu remi, satu buah kalender untuk alas dan catatan hasil remi,"Tambahnya. 

Saat penangkapan, keempat pelaku ditemukan dalam keadaan sehat dan sadar tanpa pengaruh minuman keras (miras) atau obat-obatan terlarang. Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 303 KUHP Jo UU. RI Tahun 1974 dengan ancaman maksimal hukuman 10 tahun kurungan penjara.