Ketua umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono (Hendra Saputra)
Ketua umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono (Hendra Saputra)

Banyak desas-desus yang menyebut Esports akan masuk keanggotan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Menanggapi hal tersebut, KONI Kota Malang sampai saat ini masih menunggu surat keputusan dari KONI pusat maupun KONI Provinsi. 

Esports yang kini menjadi fenomena global, ternyata bermula dari sebuah kompetisi yang diadakan oleh suatu komunitas, dan hanya berhadiah majalah.

Sama halnya dengan email yang merupakan kependekan dari electronic mail, esports sendiri adalah kependekan dari electronic sports, yaitu olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama yang dimainkan oleh profesional.

Sedikit kilas balik perkembangan esports sampai sejauh ini. Tepatnya pada tahun 1972, pada masa yang mungkin ketika itu komputer masih jarang ditemui, tak ada jaringan internet dan belum banyak judul video game, sebuah kompetisi game diadakan di Universitas Stamford. Para murid diundang ke dalam sebuah kompetisi yang diberi nama sebagai Intergalactic Spacewar Olympic, sebuah kompetisi untuk game yang berjudul Spacewar dan hanya berhadiah satu tahun langganan majalah Rolling Stone yang tengah hits pada zamannya.

Seiring perkembangan zaman, banyak game yang berkembang seperti halnya Dota hingga Mobile Legend. Dan banyak sekali komunitas yang gemar memainkan game tersebut.

Pada akhirnya muncul suatu gagasan bahwa Esports akan menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang akan ikut keanggotaan KONI. Lalu bagaimana di Malang?

Ketua Umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono mengaku bahwa saat ini pihaknya belum menerima surat apapun dari KONI pusat ataupun KONI Provinsi. Karena salah satu syarat masuknya sebuah cabor yakni sudah ada di seluruh Provinsi di Tanah Air dan terdaftar di KONI pusat.

"Belum ada surat ataupun pemberitahuan dari KONI pusat ataupun KONI Provinsi, karena kalau pusat sudah lalu turun ke provinsi baru yang daerah ini dikabari semua," kata Eddy Wahyono.

Pria yang gemar mengendarai motor gede ini menilai perkembangan Esports saat ini sangat cepat, bahkan ia menyebut bahwa di Kota Malang sudah banyak anak-anak yang bermain game-game tersebut. Selain itu, juga sudah banyak komunitas yang menyebar Malang Raya. "Sangat pesat sekali ya kalau menurut saya. Ya ini memang perkembangan teknologi. Jadi sepertinya Esports bisa menjadi cabor, tapi dalam hal ini kami masih menunggu bagaimana perkembangannya," pungkasnya.