Ilustrasi kesurupan massal (Foto : Istimewa)
Ilustrasi kesurupan massal (Foto : Istimewa)

Setelah sempat diliburkan selama hampir 2 hari. Senin (27/1/2020) rutinitas kegiatan belajar mengajar di SMP (Sekolah Menengah Pertama) Negeri 2 Singosari kembali diaktifkan.

Perlu diketahui, Jumat (24/1/2020) pagi seluruh siswa SMPN 2 Singosari terpaksa dipulangkan sebelum jam pembelajaran selesai. Penyebabnya, ada puluhan siswa yang mengalami kesurupan massal. ”Ada sekitar 20 an siswa dan siswi yang mengalami kesurupan massal. Jadi kemarin (Jumat 24/1/2020) terpaksa kami pulangkan sebelum jam pelajaran selesai,” kata Kusnadi selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Singosari.

Dari sekitar 20 siswa yang mengalami kesurupan massal, lanjut Kusnadi, rata-rata berasal dari kelas VII. Jika di total siswa kelas VII tersebut berjumlah 256 pelajar. Dimana ratusan pelajar tersebut tersebar kedalam 8 kelas. ”Kebanyakan yang kesurupan kemarin (Jumat 24/1/2020) merupakan siswi (pelajar perempuan) kelas VII,” sambung Kusnadi.

Dijelaskan Kusnadi, puluhan siswa yang kesurupan tersebut ada yang bersikap agresif ada juga yang hanya berteriak dan meronta-ronta. ”Kalau yang agresif pas kesurupan itu siswa (pelajar putra), ada yang sampai berlarian dan menari-nari. Kalau yang lumayan parah ada yang sampai memperagakan gerakan jaranan (salah satu kesenian jawa),” terangnya.

Sedangkan yang para siswi, kebanyakan hanya memberontak dan berteriak saat hendak di pulihkan dari tragedi kesurupan massal. ”Kalau yang para siswi kebanyakan teriak-teriak dan menunjuk temannya, mereka berteriak siapa kamu jangan ganggu tempatku,” ucap Kusnadi saat menirukan perkataan para siswa yang kesurupan.

Ceritanya, saat memasuki jam pembelajaran ke 3, atau tepatnya sekitar pukul 09.00 WIB. Ada salah satu siswa kelas VII yang tiba-tiba bersikap aneh. Siswi tersebut berteriak dan menunjukkan gerak-gerik selayaknya orang yang sedang kesurupan makhluk astral.”Saat kejadian pertama itu, hanya satu, dua orang siswa. Padahal saat kejadian itu (kesurupan massal) sedang ada agenda salat istigosah dan doa tahlilan. Tapi malah menjadi-jadi dan mengembang jadi puluhan. Ya sekitar 20 an siswa lah (yang kesurupan).” sambung Kusnadi.

Mengetahui anak didiknya sedang terpapar mahkluk astral, para guru dan staf SMPN 2 Singosari seketika membawa para siswa yang kesurupan ke musala sekolah. Dalam kondisi kepanikan tersebut, beberapa guru agama berupaya memulihkan kondisi siswa yang kesurupan dengan memberikan air putih yang sudah dibacakan doa.

”Tidak sampai ada yang mengalami luka, apalagi sampai menelan korban jiwa. Setelah dikasih air yang sudah diberi doa kondisi para siswa kembali pulih. Hanya saja banyak yang sampai kelelahan, nafasnya tersenggal-sengal. Kalau yang perempuan relatif lebih mudah disembuhkan, yang agak susah yang siswa putra. Soalnya joget-joget dan bahkan ada yang lari ke lapangan,” keluh Kusnadi.

Meski para siswa yang terpapar kondisinya sudah membaik, pihak SMPN 2 Singosari terpaksa mengambil langkah untuk memulangkan para siswa lebih cepat. Tujuannya agar situasi kembali stabil paska tragedi kesurupan massal terjadi. ”Setelah sembuh siswa yang kesurupan kami antar pulang, sekolah kami pulangkan dan diliburkan sampai hari Minggu (26/1/2020),” jelasnya.

Dua hari berselang, para siswa SMPN 2 Singosari terpantau sudah aktif kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar. Bahkan, hingga berita ini ditulis, sementara tidak ada kabar jika para siswa kembali mengalami kesurupan massal. ”Senin (27/1/2020) sudah aktif lagi, kegiatan belajar mengajar sudah normal. Semoga setelah jeda libur 2 hari bisa steril kembali,” tutupnya.