Wakil Ketua DPRD Lumajang H. Bukasan S.Pd, MM (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Wakil Ketua DPRD Lumajang H. Bukasan S.Pd, MM (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)



Mundurnya Ketua Komisi A, Nur Fadilah dari Partai Gerindra tak serta merta bisa dilakukan pergantian secara cepat di DPRD Lumajang. Karena sudah dilakukan penetapan melalui rapat paripurna DPRD Lumajang.

Wakil Ketua DPRD Lumajang H. Bukasan S.Pd, MM kepada media ini mengatakan, mundurnya Nur Fadilah memang bisa digantikan oleh kader lain, namun prosesnya akan tetap dipilih oleh anggota Komisi A.

"Prosesnya bisa agak lama dan tidak serta merata begitu. Surat penguduran dirinya saya belum baca. Tapi nanti prosesnya harus lebih dulu diagendakan proses pemilihan lagi. Kapan akan kita akan agendakan, ya kita harus nunggu dulu," kata H. Bukasan kepada media ini.

Dijelaskan, mundurnya anggota dari posisi alat kelenggapan dewan lebih bersifat internal di partainya, namun di DPRD harus tetap melalui proses sesuai dengan tatib di DPRD.

"Ya tetap akan kita proses, nanti kita bicarakan dulu di DPRD bagaimana proses selanjutnya. Kalau prosesnya tetap akan dipilih karena aturannya memang begitu. Kita belum tahu sampai sekarang, apakah yang bersangkutan mundur dari Ketua Komisi A, atau memang ada pertukarann anggota misalnya dari anggota komisi A ke komisi yang lain," jelas H. Bukasabn kemudain.

Jika yang bersangkutan tetap di komisi A, bisa jadi masih akan terpilih kembali sebagai Ketua Komisi A. "Kalau terpilih lagi, kan percuma mundur, karena untuk Ketua Komisi memang prosesnya ada di DPRD," urai politisi PDIP ini kemudian. 


End of content

No more pages to load