Sejumlah Cakades ikuti tes kesehatan di ruang tes Poli Psikiatri dan Psikologi RSUD Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Sejumlah Cakades ikuti tes kesehatan di ruang tes Poli Psikiatri dan Psikologi RSUD Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

A Yahya


Ratusan Calon Kepala Desa (cakades) mulai melakukan tes kesehatan jasmani dan rohani. Tes kesehatan ini sebagai syarat untuk maju dalam Pemilihan Kepala Desa serentak se-kabupaten Jombang.

Tes kesehatan tersebut merupakan salah satu syarat administrasi yang harus dipenuhi bagi seluruh calon kepala desa sesuai Peraturan Bupati (Perbup) No 25 Tahun 2019 tentang pemilihan kepala desa. Dalam hal itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang ditunjuk untuk melayani para cakades melakukan tes kesehatan.

Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran mengatakan, pihaknya telah melayani tes kesehatan jasmani dan rohani sejak 3 hari terakhir. Hingga saat ini, Jumat (9/8), rumah sakit plat merah itu telah melayani 180 cakades. "Tes tulis untuk rohani sudah kita jalankan, tes wawancara ini yang membutuhkan waktu lama dan harus kita jadwalkan," ujarnya saat diwawancarai di kantornya, Jumat (9/8).

Dalam pelayanan tes kesehatan itu, RSUD Jombang akan mendatangkan tenaga dokter spesialis jiwa dari luar Kabupaten Jombang. Dua dokter kejiwaan akan didatangkan dari Surabaya dan Kabupaten Nganjuk. "Untuk saat ini kami baru memiliki 1 dokter spesialis kejiwaan, sehingga kami berusaha minta bantuan dan Alhamdulillah senin (12/8) kami mendapat bantuan 2 dokter kejiwaan," tandasnya.

Sementara, sejumlah calon kepala desa sudah terlihat melakukan tes kesehatan jasmani dan rohani. Tes tulis untuk kesehatan rohani dilakukan di ruang tes Poli Psikiatri dan Psikologis lantai dua RSUD Jombang. 

Salah satu cakades Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Habib Ghofir mengatakan, tes kesehatan jasmani rohani ini merupakan aturan baru. "Ini suatu hal yang baru yang harus kita ikuti," ucapnya. 

Dikatakan Habib, tes kesehatan jasmani rohani Ini dinilai menyulitkan oleh para cakades. Pasalnya, tes kesehatan yang disentralkan di RSUD tersebut berdampak pada antrean yang cukup panjang. Sedangkan, para cakades dituntut untuk segera mengejar syarat administrasi lainnya mengingat tahapan pelaksanaan Pilkades terus berjalan. "Di RSUD ini agak menyulitkan kita dari sisi kepengurusan, antreannya terlalu banyak," pungkasnya.(*)


End of content

No more pages to load