Tim juri dari DLH Kota Malang saat melakukan penjurian Kampung Bersinar. (Hendra Saputra)

Tim juri dari DLH Kota Malang saat melakukan penjurian Kampung Bersinar. (Hendra Saputra)



Program Kampung Bersih, Sehat, Indah, Asri dan Rapi (Bersinar) digalakkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang untuk membuat sejumlah wilayah bisa memberdayakan masyarakat yang peduli akan lingkungan. 

Yang membuat DLH memberikan acungan jempol,  wilayah-wilayah yang diperkirakan tidak ikut lomba lingkungan ini ternyata ikut berpartisipasi. Sebut saja Kelurahan Wonokoyo yang berada di kawasan pinggiran sebelah timur dan berbatasan dengan Kabupaten Malang.

Tahun ini total ada 170 peserta Kampung Bersinar dari seluruh wilayah Kota Malang. Mereka ikut atas nama RW.

Nantinya akan dipilih RW terbaik dari penilaian lima aspek. Yakni persampahan, konservasi air, sarana prasarana sanitasi, penghijauan, dan pemberdayaan masyarakat.

Tim juri DLH Kota Malang saat mendengarkan pemaparan dari RW 01 Kelurahan Tlogomas (Hendra Saputra)

Salah satu staf DLH Kota Malang yang juga ikut penilaian lomba Kampung Bersinar, Miftahul Jannah, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus pembinaan kepada masyarakat agar bisa menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

"Jadi, program ini dimaksudkan agar seluruh wilayah di Kota Malang bersih dan sehat. Selain itu, pemberdayaan masyarakat bertujuan agar lebih peduli dengan kebersihan lingkungan yang meliputi banyak aspek," ujarnya kepada MalangTIMES.

Khusus Wonokoyo, Miftahul Jannah memberikan apresiasi. Menurut dia, jalan-jalan di Wonokoyo masih banyak yang rusak. Tetapi warganya semangat mengikuti lomba ini.

Miftahul Jannah  berharap agar program Kampung Bersinar bisa terus berjalan. Sebab, hal itu juga berkesinambungan dengan program DLH lainnya, yakni kota yang bersih.

"Harapannya bisa berkelanjutan dan menguatkan ekonomi masyarakat. Selain itu, bisa mengurangi sampah yang masuk ke TPA," pungkasnya. 

 


End of content

No more pages to load