Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi (kiri) bersama Plt Bupati Malang Sanusi dalam acara peluncuran strategi peningkatan pajak daerah. (dok MalangTIMES)

Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi (kiri) bersama Plt Bupati Malang Sanusi dalam acara peluncuran strategi peningkatan pajak daerah. (dok MalangTIMES)



Tren kenaikan sektor pajak setiap tahunnya tentu tidak lepas dari peran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang. Juga semakin meningkatnya kesadaran pajak di dalam masyarakat yang terus tumbuh saat ini.

Tercatat, sektor pajak selalu melampaui target yang ditetapkan dalam beberapa tahun belakang. Surplus puluhan miliar pun kerap membantu pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Malang selama ini. Misalnya, terlihat  tahun 2018,  Bapenda Kabupaten Malang ditarget mampu mendulang pajak sebesar Rp 535 miliar. 

Target itu terlampaui di akhir tahun dengan torehan pajak yang diraup Bapenda Kabupaten Malang mencapai Rp 566 miliar. Atau mengalami surplus sebesar Rp 21 miliar dari target yang telah ditetapkan.

"Setiap tahun Bapenda memperlihatkan performa kinerja yang terus meningkat. Tentunya ini sangat menggembirakan, karena uang pajak bisa menyumbang PAD yang peruntukannya untuk masyarakat Kabupaten Malang itu sendiri," kata Purnadi, kepala Bapenda Kabupaten Malang, Selasa (16/07/2019).

Optimisme untuk terus mendulang pajak, baik melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, merebak. Bapenda Kabupaten Malang pun optimistis bahwa  tahun 2019, pihaknya mampu menambah pundi-pundi PAD dari sektor pajak.

"Kami target adanya peningkatan sekitar 10 persen dari sektor pajak untuk menyumbang PAD. Kami pikir target ini realistis untuk dicapai," ujar mantan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang itu.

Target tersebut sejak awal tahun telah disusun berbagai strategi pencapaiannya. Misalnya dengan memasifkan penggunaan aplikasi berbasis android yang dikeluarkan pihak Bapenda Kabupaten Malang. Seperti, aplikasi elektronik pajak dan retribusi yang disingkat e-Panji. Dengan pelayanan berbasis digital tersebut, masyarakat akan semakin dipermudah dalam melaksanakan kewajibannya membayar pajak.

Strategi lain adalah juga memasifkan para petugas pajak daerah untuk turun ke lapangan secara langsung. Serta dilanjutkannya identifikasi objek pajak yang terus mengalami perubahan setiap tahun dikarenakan pembangunan di wilayah Kabupaten Malang.

Berbagai strategi itulah yang membuat Purnadi optimistis bahwa di tahun ini, sektor pajak akan kembali meningkat perolehan dananya. "Kita selalu optimistis dalam menjalankan tugas. Apalagi perangkat aturan pun terus dikuatkan dalam sektor pajak. Sehingga dalam menjalankan tugas semakin optimal. Tahun ini kami optimistis pajak bisa naik sekitar 10 persen dari tahun lalu," pungkas Purnadi.
 

 


End of content

No more pages to load