Direktur Pengaduan Masyarakat KPK Cahya Hardianto Harefa (Berkacamata) saat rilis di gedung Shaba bina Praja kantor wali kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)

Direktur Pengaduan Masyarakat KPK Cahya Hardianto Harefa (Berkacamata) saat rilis di gedung Shaba bina Praja kantor wali kota Probolinggo (Agus Salam/Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

A Yahya


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan kasus korupsi di Kota Probolinggo. Bahkan, KPK telah menyiapkan bus berikut petugasnya untuk melayani masyarakat. Tak hanya laporan korupsi, KPK juga mempersilahkan masyarakat bertanya apa saja. Tentunya yang terkait dengan KPK.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pengaduan Masyarakat Cahya Hardianto Harefa, saat pers rilis di gedung Shaba Bina Praja, kantor Wali Kota Probolinggo Sore, sekitar pukul 15.30). Disebutkan, ada banyak laporan korupsi di Kota Probolinggo yang masuk ke meja KPK, namun tiidak disebutkan jumlah pastinya.

Untuk mengetahui pastinya, pejabat KPK kelahiran Nias, Sumatra Utara tersebut menyarankan untuk bertanya langsung ke pejabat KPK yang menangani. Yakni, pada Selasa (16/7) besok saat berlangsung acara pembukaan KPK Jelajah Negeri, Bangun Anti Korupsi yang akan digelar di gedung Puri Menggala Bhakti, kantor wali kota.

“Jangan tanya ke saya soal jumlahnya. Besok saja datang di acara pembukaan. Nanti di sana akan dijelaskan. Saya menyebut banyak, bukan berarti banyak. Tapi, ada,” tandasnya ke sejumlah awak media.

Disebutkan, Road show Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi yang diikuti, tujuan awalnya memperkenalkan bus yang dimiliki KPK. Bus tersebut sebagai sarana KPK mendekati masyarakat. Di bus berplat nomor merah B 7002 SOA itu, berfungsi  sebagai pelayanan kepada masyarakat. Baik soal korupsi atau persoalan lain yang terkait dengan fungsi dan kewenangan KPK.

Bus tersebut nantinya akan menjelajah 28 kota dan kabupaten se-Jawa dan Bali. Kota Probolinggo masuk giliran ke 7 usai road show di Surabaya. Kabupaten yang akan disinggahi selanjutnya yakni, urutan ke 8 Kabupaten Situbondo.  “Kota Probolinggo nomor 7 yang kami singgahi. Kami tiga hari di sini. Acaranya, sosialisasi pencegahan korupsi, pameran dan hiburan. Di tempat itu kami akan sosialisasi,” tambahnya.

Cahya menjelaskan, mereka yang akan dilibatkan dalam sosialisasi yaitu, siswa mulai dari TK hingga SMA sederajat. Selain itu sejumlah guru dan ASN di lingkungan pemkot. Pihaknya juga menghadirkan 4 kepala inspektorat kiota dan kabupaten tetangga., Pasuruan dan Lumajang. “Masyarakat juga kami libatkan. Kami libatkan murid TK sampai SMA, karena pencegahan korupsi harus dimulai dari usia dini,” ujarnya.

Selain upaya pencegahan, KPK menurutnya, juga telah melakukan upaya pembenahan system. Berupa, sistem yang mempersulit seseorang atau pejabat untuk melakukan korupsi. Saat ditanya, apakah daerah yang mendapat wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lolos dari pantauan korupsi. Cahya mengatakan, tidak. “Daerah yang mendapat WTP itu kan tata kelola keuangannya bagus. Belum tentu disana tidak ada korupsi,” Imbuhnya.


End of content

No more pages to load