Menu favorit Semur Daging warung Brintik Legendaris

Menu favorit Semur Daging warung Brintik Legendaris



Launching buku 105 Gastronomi Legendary Malang harus mundur dari jadwal yang sudah ditetapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang yakni bulan April ini. Molornya penerbitan dan launching buku yang bercerita tentang sejarah kuliner Kota Malang tersebut disebabkan beberapa kendala teknis. 

Buku 105 Gastronomi Legendary Malang sendiri merupakan sebuah buku yang dibuat oleh Disbudpar Kota Malang dan ditulis oleh 30 orang dari beberapa komunitas. 

Buku tersebur berisi tentang 105 kuliner legendaris di Kota Malang. Tak hanya itu, buku tersebut menjelaskan mulai dari lokasi, sejarah, bahan yang digunakan, sampai proses pengolahan kuliner.

Kasi Promosi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Agung H Buana, menjelaskan mundurnya penerbita buku tersebut dikarenakan adanya proses pengecekan ulang tentang validitas data informasi yang sudah diterima.

"Selain kendala itu, juga terkait rasa. Buku ini juga menjelaskan sisi gastronominya, mulai dari sejarahnya, bahannya apa saja, proses penyajiannya, itu yang justru lebih penting," tegasnya.

Lanjutnya, buku tersebut nantinya akan dibuat dalam dua format dalam bentuk hard copy dan pdf. Pembuatan 2 format tersebut dilakukan agar memudahkan para guide dan wisatawan memperoleh informasi ketika akan berkunjung ke Kota Malang.

"Format E-book itu nanti akan disebarkan dan bisa di-download gratis. Nanti kita akan lakukan penyebaran informasi tersebut melalui media digital, baik melalui media sosial dari Disbudpar, maupun grup media sosial yang ada di dinas maupun stakeholder lain," jelasnya.

Namun, mundurnya penerbitan buku tersebut dikatakan Agung tidak menjadi masalah. Sebab, buku itu merupakan salah satu bahan yang akan bisa menambah jumlah literasi di Kota Malang yang saat ini masih kurang.

"Saya pikir mundur sedikt tidak masalah, yang penting ada hasil yang bisa dinikmati masyarakat," tegasnya.

Sementara itu, buku tersebut dikatakan Agung saat ini akan diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Namun, nantinya akan dibuatkan juga dalam versi Bahasa Inggris, mengingat bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional sehingga akan memudahkan wisatawan asing yang akan mengakses berbagai potensi kuliner Kota Malang. 


End of content

No more pages to load